Home Ads

Salam Isra' Mikraj...

 
Isra' Mikraj adalah 2 perjalanan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam masa semalam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, kerana pada peristiwa ini Rasulullah SAW mendapat perintah untuk menunaikan solat lima waktu sehari semalam. 

Isra' Mikraj terjadi pada tahun akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah. Terdapat banyak pendapat tentang tarikh sebenar Isra' Mikraj..Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak diketahui secara tepat bila terjadinya Isra Mi’raj. Antara tarikh yang sering disebutkan adalah 27 Rejab sblm Hijrah..Wallaluaklam..

Peristiwa Isra' Mikraj terbahagi dalam 2 peristiwa yang berbeza. Dalam Isra', Rasulullah SAW menunggang Buraq dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Dalam Mikraj pula Rasulullah SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Rasulullah SAW mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan solat lima waktu.

Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, kerana ketika inilah solat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. Walaupun begitu, peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Rasullullah SAW sedih.

Perjalanan dimulai Rasulullah menaiki Buraq bersama Jibrail. Jibrail berkata, “turunlah dan kerjakan solat”.
Rasulullahpun turun. Jibrail berkata, “dimanakah engkau sekarang ?”
“tidak tahu”, kata Rasulullah.
“Engkau berada di Madinah, di sanalah engkau akan berhijrah “, kata Jibrail.

Perjalanan dilanjutkan ke Syajar Musa (Masyan) tempat penghentian Nabi Musa ketika lari dari Mesir, kemudian kembali ke Tunisia tempat Nabi Musa menerima wahyu, lalu ke Baitullhmi (Betlehem) tempat kelahiran Nabi Isa AS, dan diteruskan ke Masjidil Aqsha di Yerussalem sebagai kiblat nabi-nabi terdahulu.

Jibrail menurunkan Rasulullah dan menambatkan kenderaannya. Setelah Rasulullah memasuki masjid ternyata telah menunggu Para nabi dan rasul. Rasul bertanya : “Siapakah mereka ?”
“Saudaramu para Nabi dan Rasul”.

Kemudian Jibrail membimbing Rasul ke sebiji batu besar, tiba-tiba Rasul melihat tangga yang sangat indah, pangkalnya di Maqdis dan hujungnya menyentuh langit. Kemudian Rasulullah bersama Jibrail naik tangga itu menuju kelangit tujuh dan ke Sidratul Muntaha.

“Dan sesungguhnya nabi Muhammad telah melihat Jibrail itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, iaitu di Sidratul Muntaha. Di dalamnya ada syurga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibrail) ketika Sidratull Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak pula melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm : 13 – 18).

Selanjutnya Rasulullah melanjutkan perjalanan menghadap Allah tanpa ditemani Jibrail. Rasulullah bersabda yang ertinya : “Segala penghormatan adalah milik Allah, segala Rahmat dan kebaikan“.
Allah berfirman yang ertinya: “Keselamatan bagimu wahai seorang nabi, Rahmat dan berkahnya“.
Rasul bersabda lagi yang ertinya: “Keselamatan semoga bagi kami dan hamba-hamba Allah yang soleh. Rasulullah dan ummatnya menerima perintah ibadah solat“.

Berfirman Allah SWT : “Hai Muhammad Aku mengambilmu sebagai kekasih sebagaimana Aku telah mengambil Ibrahim sebagai kesayanagan dan Akupun memberi firman kepadamu seperti firman kepada Musa . Akupun menjadikan ummatmu sebagai umat yang terbaik yang pernah dikeluarkan pada manusia, dan Akupun menjadikan mereka sebagai umat wasath (adil dan pilihan), Maka ambillah apa yang aku berikan kepadamu dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur“. “Kembalilah kepada umatmu dan sampaikanlah kepada mereka dari Ku”.

Kemudian Rasul turun ke Sidratul Muntaha.
Jibrail berkata : “Allah telah memberikan kehormatan kepadamu dengan penghormatan yang tidak pernah diberikan kepada seorangpun dari makhluk Nya baik malaikat yang terdekat maupun nabi yang diutus. Dan Dia telah membuatmu sampai suatu kedudukan yang tak seorangpun dari penghuni langit maupun penghuni bumi dapat mencapainya. Berbahagialah engkau dengan penghormatan yang diberikan Allah kepadamu berupa kedudukan tinggi dan kemuliaan yang tiada bandingnya. Ambillah kedudukan tersebut dengan bersyukur kepadanya karena Allah Tuhan pemberi nikmat yang menyukai orang-orang yang bersyukur”.

Lalu Rasulullah memuji Allah atas semua itu.

Kemudian Jibrail berkata : “Berangkatlah ke syurga agar aku perlihatkan kepadamu apa yang menjadi milikmu disana sehingga engkau lebih zuhud disamping zuhudmu yang telah ada, dan sampai lah disyurga dengan Allah SWT. Tidak ada sebuah tempat pun aku biarkan terlewatkan”. 

Rasulullah melihat gedung-gedung dari intan mutiara dan sejenisnya, Rasulullah juga melihat pohon-pohon dari emas. Rasulullah melihat disyurga apa yang mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar dan tidak terlintas dihati manusia semuanya masih kosong dan disediakan hanya pemiliknya dari kekasih Allah ini yang dapat melihatnya. Semua itu membuat Rasulullah kagum untuk seperti inilah mestinya manusia beramal. 

Kemudian Rasulullah diperlihatkan neraka sehingga Rasulullah dapat melihat belenggu-belenggu dan rantai-rantainya selanjutnya Rasulullah turun ke bumi dan kembali ke Masjidil Haram menjelang Subuh. ~Wallahuaklam~
sumber : Google

Jom Audit Diri..Layakkah untuk Syurga Indah Kekal Abadi..Tunaikan solat..pelihara iman dan amal..Insya Allah..Sedikit perkongsian sempena Isra' Mikraj..Yang baik milik Allah jua..kurang itu khilaf sy..xoxo

NolynQoid

2 comments:

  1. thanks for sharing. bila baca sejarah2 Islam semula, mmg seronok kan. daripada kita tak tau, boleh tambah ilmu sikit

    ReplyDelete

~Dah Baca Tak Mahu Komen?~